Grundfos SP17: Spesifikasi, Kurva Performa, Aplikasi, dan Panduan Memilih

PUMPTECH (1)

Butuh pompa submersible untuk menghasilkan aliran sekitar 15–18 m³/jam dari sumur dalam atau sistem distribusi air industri? Jangan memilih pompa hanya berdasarkan angka “SP17”.

Pada aplikasi nyata, angka kapasitas nominal belum cukup untuk menentukan pompa yang sesuai. Anda perlu melihat hubungan antara flow, head, Total Dynamic Head (TDH), kedalaman sumur, diameter casing, kebutuhan tekanan, serta karakteristik instalasi.

Di sinilah pemilihan Grundfos SP17 menjadi menarik. Seri ini memiliki beberapa konfigurasi dengan kemampuan head yang berbeda. Dua model yang sama-sama berada pada keluarga SP17 dapat memiliki kemampuan head yang cukup berbeda pada flow yang sama.

Artikel ini membahas Grundfos SP17 dari sisi yang lebih praktis: bagaimana membaca performanya, membandingkan model, menentukan kandidat berdasarkan kebutuhan proyek, hingga hal-hal yang perlu diperiksa sebelum meminta penawaran.

Apakah Grundfos SP17 Cocok untuk Kebutuhan Anda?

Secara sederhana, Grundfos SP17 dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan sistem berada di sekitar kelas 17 m³/jam, tetapi kebutuhan aktual tidak harus tepat 17 m³/jam.

Dokumen teknis Grundfos menunjukkan beberapa model SP17 bekerja pada rentang flow yang cukup luas. Misalnya, SP17-10 memiliki titik performa hingga sekitar 21 m³/jam pada data referensi, sementara SP17-18 juga memiliki titik performa hingga 21 m³/jam dengan head yang lebih tinggi. Artinya, penamaan “SP17” bukan berarti pompa tersebut hanya dapat menghasilkan 17 m³/jam.

Yang lebih penting adalah menemukan titik kerja pompa pada kombinasi:

Flow yang dibutuhkan + TDH yang dibutuhkan.

Sebagai contoh, kebutuhan proyek mungkin berada pada:

  • Flow: 15 m³/jam
  • TDH: 100 meter

atau:

  • Flow: 18 m³/jam
  • TDH: 130 meter

Kedua kebutuhan tersebut sama-sama berada di sekitar kapasitas SP17, tetapi kandidat modelnya dapat berbeda.

Karena itu, pemilihan sebaiknya dimulai dari kebutuhan sistem, bukan dari nama model.

Mengenal Grundfos SP17

Grundfos SP17 merupakan pompa submersible untuk aplikasi sumur dalam dan kebutuhan suplai air dengan kapasitas pada kelas sekitar 17 m³/jam.

Dalam data teknis Grundfos, konfigurasi SP17 yang tercantum mencakup SP17-10, SP17-11, SP17-14, SP17-17, dan SP17-18. Konfigurasi tersebut menggunakan sistem 3 phase dengan tegangan 380–415 V, sementara daya motor berada mulai 5,5 kW hingga 11 kW pada model-model yang tercantum dalam tabel tersebut.

Diameter pompa yang tercantum adalah 6 inch, sedangkan diameter motor dapat berbeda menurut model. Misalnya, SP17-10 menggunakan motor 4 inch, sedangkan SP17-11 hingga SP17-18 pada data tersebut menggunakan motor 6 inch.

Dengan demikian, kode model tidak hanya menunjukkan kapasitas, tetapi juga berkaitan dengan konfigurasi hidraulik dan motor yang digunakan.

Spesifikasi Grundfos SP17

Berikut ringkasan beberapa konfigurasi SP17 berdasarkan data teknis Grundfos:

ModelDaya MotorTeganganDiameter MotorDiameter PompaFull Load Current
SP17-105,5 kW380–415 V, 3 Phase4″6″13,4 A
SP17-117,5 kW380–415 V, 3 Phase6″6″17,2 A
SP17-149,2 kW380–415 V, 3 Phase6″6″21,2 A
SP17-179,2 kW380–415 V, 3 Phase6″6″21,2 A
SP17-1811 kW380–415 V, 3 Phase6″6″24,8 A

Data tersebut merupakan konfigurasi yang tercantum dalam dokumen SP On Demand Grundfos. Tidak berarti tabel tersebut mencakup seluruh konfigurasi SP17 yang pernah atau masih tersedia di seluruh pasar. Untuk kebutuhan pengadaan, kode produk dan konfigurasi aktual tetap perlu dikonfirmasi.

Kurva Performa Grundfos SP17: Bagian yang Paling Penting Saat Memilih

Salah satu kesalahan umum ketika memilih pompa adalah melihat daya motor terlebih dahulu.

Padahal, untuk menentukan apakah sebuah pompa dapat memenuhi kebutuhan sistem, Anda perlu melihat kurva performa dan posisi duty point.

Secara sederhana:

Semakin besar flow yang diminta pada sebuah pompa, head yang dapat diberikan pompa umumnya akan berubah mengikuti kurva performanya.

Data performa Grundfos berikut dapat digunakan sebagai referensi untuk melihat perbedaan antar model SP17:

ModelHead @ 9 m³/jamHead @ 12 m³/jamHead @ 15 m³/jamHead @ 18 m³/jam
SP17-10105 m97 m86 m73 m
SP17-11117 m110 m98 m83 m
SP17-14150 m139 m125 m106 m
SP17-17178 m166 m150 m127 m
SP17-18190 m178 m158 m135 m

Angka tersebut merupakan titik referensi dari data performa Grundfos, bukan jaminan bahwa kondisi lapangan akan menghasilkan angka yang sama. Pemilihan final tetap harus dilakukan berdasarkan kurva lengkap, duty point, konfigurasi motor, instalasi, dan kondisi sistem.

Dari tabel tersebut terlihat satu hal penting: SP17 tidak memiliki satu kemampuan head yang berlaku untuk semua model.

Sebagai contoh, pada flow 15 m³/jam, data referensi menunjukkan:

  • SP17-10: sekitar 86 meter
  • SP17-11: sekitar 98 meter
  • SP17-14: sekitar 125 meter
  • SP17-17: sekitar 150 meter
  • SP17-18: sekitar 158 meter

Karena itu, menyebut “Grundfos SP17 memiliki head sekian meter” tanpa menyebut modelnya dapat menyesatkan.

SP17-10, SP17-11, SP17-14, SP17-17, atau SP17-18?

Perbedaan antar model dapat lebih mudah dipahami dengan melihat kebutuhan head pada flow tertentu.

SP17-10

SP17-10 menggunakan motor 5,5 kW. Berdasarkan data referensi Grundfos, head berada sekitar 105 meter pada flow 9 m³/jam dan sekitar 73 meter pada flow 18 m³/jam.

Model ini perlu diperiksa ketika kebutuhan sistem berada pada rentang flow tersebut dan TDH berada dalam kemampuan kurvanya.

SP17-11

SP17-11 menggunakan motor 7,5 kW.

Pada flow 15 m³/jam, data referensi menunjukkan head sekitar 98 meter. Pada 18 m³/jam, head berada sekitar 83 meter.

Perbedaan terhadap SP17-10 menunjukkan mengapa pemilihan tidak cukup dilakukan berdasarkan kapasitas flow saja.

SP17-14

SP17-14 menggunakan motor 9,2 kW.

Data referensi menunjukkan sekitar 125 meter head pada 15 m³/jam dan sekitar 106 meter pada 18 m³/jam.

Konfigurasi seperti ini perlu diperhatikan ketika kebutuhan TDH lebih tinggi dibandingkan kandidat dengan motor yang lebih kecil.

SP17-17

SP17-17 juga menggunakan motor 9,2 kW, tetapi karakteristik performanya berbeda.

Pada 15 m³/jam, data referensi menunjukkan sekitar 150 meter head. Pada 18 m³/jam, sekitar 127 meter.

Hal ini menunjukkan bahwa dua model dengan daya motor yang sama belum tentu memiliki kurva performa yang sama.

SP17-18

SP17-18 menggunakan motor 11 kW.

Pada flow 15 m³/jam, data referensi menunjukkan sekitar 158 meter head, sedangkan pada 18 m³/jam sekitar 135 meter.

Untuk aplikasi dengan kebutuhan head lebih tinggi, model ini dapat menjadi salah satu kandidat yang perlu diperiksa berdasarkan kurva dan duty point.

Bagaimana Memilih Grundfos SP17 Berdasarkan Flow dan Head?

Cara yang lebih tepat adalah menentukan duty point terlebih dahulu.

Duty point merupakan kombinasi kebutuhan flow dan head sistem.

Misalnya sebuah proyek membutuhkan:

Flow = 15 m³/jam

dan hasil perhitungan sistem menunjukkan:

TDH = 100 meter

Maka Anda tidak seharusnya langsung membeli SP17 hanya karena kapasitasnya berada di sekitar 17 m³/jam.

Sebaliknya, gunakan kebutuhan 15 m³/jam dan 100 meter sebagai titik awal untuk melihat model yang kurvanya dapat melewati atau memenuhi titik tersebut.

Dari data referensi di atas, pada 15 m³/jam:

ModelHead Referensi @ 15 m³/jam
SP17-1086 m
SP17-1198 m
SP17-14125 m
SP17-17150 m
SP17-18158 m

Dengan demikian, beberapa model mungkin perlu diperiksa lebih lanjut, tetapi keputusan akhir tidak seharusnya dibuat hanya dari satu tabel.

Faktor lain seperti efisiensi, kondisi sumur, diameter casing, motor, metode starting, kehilangan tekanan, dan kondisi instalasi tetap harus diperhitungkan.

Jika Anda belum memiliki perhitungan TDH, Anda dapat membaca panduan:

Cara Menghitung TDH Pompa Grundfos

Contoh Pemilihan SP17 untuk Proyek

Bayangkan sebuah proyek memiliki kebutuhan:

  • Debit: 15 m³/jam
  • Kedalaman muka air dinamis: 70 meter
  • Elevasi titik tujuan: 15 meter
  • Kehilangan tekanan sistem: 10 meter
  • Tekanan yang masih diperlukan di titik akhir: 10 meter

Maka kebutuhan total head perlu dihitung terlebih dahulu.

Dalam contoh sederhana tersebut:

TDH = 70 + 15 + 10 + 10 = 105 meter

Dengan kebutuhan sekitar 15 m³/jam dan TDH sekitar 105 meter, Anda dapat menggunakan titik tersebut untuk memeriksa kurva performa SP17.

Berdasarkan tabel referensi, SP17-10 dan SP17-11 berada di sekitar atau di bawah angka tersebut pada flow 15 m³/jam, sedangkan beberapa model lain berada di atasnya.

Namun, ini bukan berarti model dengan head lebih tinggi otomatis menjadi pilihan. Head yang terlalu jauh dari kebutuhan juga dapat menyebabkan pompa bekerja tidak pada titik operasi yang diinginkan.

Tujuan sizing bukan mencari pompa dengan head terbesar, tetapi mencari konfigurasi yang sesuai dengan duty point sistem.

Jangan Lupa Kondisi Sumur

Untuk pompa submersible, perhitungan hidraulik bukan satu-satunya hal yang harus diperiksa.

Data sumur juga penting.

Sebelum memilih Grundfos SP17, sebaiknya siapkan:

  • Diameter casing sumur
  • Kedalaman total sumur
  • Static water level
  • Dynamic water level
  • Kedalaman pemasangan pompa
  • Debit sumur
  • Kondisi air
  • Ukuran pipa naik
  • Panjang jalur pipa
  • Elevasi titik tujuan
  • Tekanan yang dibutuhkan di outlet

Data tersebut membantu mengurangi risiko memilih pompa yang tidak sesuai dengan kondisi aktual sumur.

Grundfos SP17 untuk Sumur Dalam

Aplikasi sumur dalam merupakan salah satu konteks yang relevan untuk pompa submersible seperti SP17.

Namun, kedalaman sumur tidak secara otomatis menentukan model pompa.

Misalnya, sumur memiliki kedalaman 150 meter. Bukan berarti pompa harus memiliki head 150 meter.

Yang perlu dihitung adalah kondisi aktual ketika pompa beroperasi, termasuk:

  • posisi muka air dinamis,
  • elevasi titik pengiriman,
  • kehilangan tekanan,
  • kebutuhan tekanan akhir,
  • serta kebutuhan flow.

Karena itu, kedalaman sumur dan TDH bukanlah angka yang sama.

Pompa harus dipilih berdasarkan kebutuhan sistem ketika pompa beroperasi.

Grundfos SP17 untuk Aplikasi Industri

Selain sumur dalam, kelas pompa seperti SP17 dapat digunakan untuk kebutuhan suplai air pada berbagai sistem yang membutuhkan debit dan head tertentu.

Contohnya antara lain:

  • Suplai air fasilitas industri
  • Sistem air baku
  • Irigasi
  • Distribusi air
  • Penyediaan air untuk fasilitas komersial
  • Sistem utilitas industri
  • Aplikasi groundwater pumping

Tetapi setiap aplikasi memiliki karakteristik berbeda.

Untuk proyek industri, terutama ketika pompa beroperasi dalam waktu lama, jangan hanya mempertimbangkan harga pembelian. Duty point, konsumsi energi, karakteristik motor, kondisi air, serta pola operasi perlu diperhatikan sejak awal.

Grundfos SP14 atau SP17?

Jika kebutuhan proyek berada di sekitar 14–17 m³/jam, perbedaan antara SP14 dan SP17 menjadi relevan.

PumpTechPro saat ini memiliki halaman produk SP14 dengan konfigurasi 3 × 380 V 50 Hz dan kapasitas nominal 14 m³/jam.

Sementara SP17 berada pada kelas kapasitas yang lebih tinggi.

Namun, jangan menjadikan angka 14 dan 17 m³/jam sebagai satu-satunya dasar pemilihan.

Misalnya kebutuhan aktual proyek adalah:

14 m³/jam @ 120 meter TDH

Maka yang harus dibandingkan adalah kurva performa kandidat pada titik tersebut, bukan hanya kapasitas nominal yang tertulis pada nama seri.

Anda dapat melihat pembahasan lengkap SP14 pada:

Grundfos SP14: Spesifikasi, Kapasitas, dan Panduan Memilih

Grundfos SP17 atau SP18?

Bagian ini menjadi semakin penting karena lini produk Grundfos sedang mengalami transisi pada rangkaian 6-inch.

Grundfos menyatakan bahwa rangkaian baru mencakup beberapa ukuran yang secara bertahap menggantikan lini sebelumnya, termasuk:

SP(E)17 → SP(E)18

Jadi, untuk proyek baru yang saat ini sedang direncanakan, pengguna yang awalnya mencari SP17 sebaiknya juga memeriksa ketersediaan dan konfigurasi SP18.

Hal ini berbeda dengan proyek replacement.

Untuk proyek replacement

Jika pompa lama menggunakan SP17, beberapa hal yang perlu diverifikasi antara lain:

  • Kode pompa lama
  • Model lengkap
  • Daya motor
  • Tegangan
  • Diameter pompa
  • Diameter motor
  • Duty point
  • Panjang kabel
  • Ukuran pipa
  • Kondisi instalasi

Jangan langsung mengganti SP17 dengan SP18 hanya berdasarkan kapasitas nominal.

Untuk proyek baru

Untuk proyek baru, SP18 dapat menjadi salah satu rangkaian yang perlu diperiksa berdasarkan kebutuhan duty point dan konfigurasi yang tersedia.

PumpTechPro saat ini mencantumkan produk Grundfos SP18 3 × 380V 50Hz RP2½; Q=18 m³/jam, dengan beberapa pilihan model mulai dari SP18-8 hingga model dengan daya lebih besar.

Jadi, pembahasan SP17 sebaiknya tidak berhenti pada produk lama. Pengguna yang sedang melakukan pengadaan baru juga perlu mengetahui perkembangan lini produk yang tersedia.

Quick Guide: Mulai dari Kapasitas yang Dibutuhkan

Sebagai panduan awal, Anda dapat menggunakan pemetaan berikut:

Kebutuhan FlowSeri yang Dapat Mulai Diperiksa
Sekitar 9 m³/jamGrundfos SP9
Sekitar 14 m³/jamGrundfos SP14
Sekitar 15–18 m³/jamGrundfos SP17
Sekitar 18 m³/jam pada lini saat iniGrundfos SP18
Sekitar 30 m³/jamGrundfos SP30

Pemetaan ini hanya merupakan titik awal pencarian produk, bukan rekomendasi final.

Setelah kapasitas diketahui, tetap diperlukan pemeriksaan terhadap TDH dan kurva performa.

Harga Grundfos SP17

Harga Grundfos SP17 tidak sebaiknya ditulis sebagai satu angka tetap tanpa menyebut konfigurasi.

Harga pompa dapat berbeda berdasarkan:

  • Model
  • Daya motor
  • Tegangan
  • Konfigurasi pompa
  • Motor
  • Kabel
  • Material
  • Kelengkapan unit
  • Ketersediaan produk
  • Kode produk

Selain itu, SP17 saat ini berada dalam konteks transisi menuju rangkaian SP18, sehingga ketersediaan aktual perlu dikonfirmasi berdasarkan kode dan kebutuhan proyek.

Karena itu, daripada menggunakan harga lama atau harga dari konfigurasi yang belum tentu tersedia, lebih aman meminta quotation berdasarkan spesifikasi aktual.

Untuk melihat produk yang tersedia saat ini, Anda dapat mengunjungi:

Katalog Pompa Grundfos PumpTechPro

Katalog PumpTechPro saat ini menampilkan beberapa seri SP seperti SP14, SP18, SP30, SP125, SP160, dan SP215.

Apa yang Harus Disiapkan Sebelum Request Quotation?

Agar proses pemilihan dan penawaran lebih cepat, jangan hanya mengirim pesan:

“Minta harga Grundfos SP17.”

Sebaiknya kirimkan data teknis berikut:

1. Kebutuhan flow

Contoh:

15 m³/jam

2. TDH atau data untuk menghitung TDH

Jika TDH belum dihitung, kirimkan:

  • Kedalaman muka air dinamis
  • Elevasi tujuan
  • Panjang pipa
  • Diameter pipa
  • Fitting
  • Tekanan outlet yang dibutuhkan

3. Data sumur

  • Diameter casing
  • Kedalaman sumur
  • Dynamic water level
  • Debit sumur
  • Kedalaman pemasangan pompa

4. Kelistrikan

  • 1 phase atau 3 phase
  • Tegangan
  • Frekuensi
  • Kapasitas listrik yang tersedia

5. Aplikasi

Contohnya:

  • Industri
  • Irigasi
  • Gedung
  • Perumahan
  • Utilitas
  • Groundwater pumping

6. Jika replacement

Kirim foto nameplate atau kode pompa lama.

Informasi ini jauh lebih membantu daripada hanya menyebut seri pompa.

FAQ Grundfos SP17

Berapa kapasitas Grundfos SP17?

SP17 berada pada kelas kapasitas sekitar 17 m³/jam, tetapi kapasitas aktual bergantung pada model dan titik operasi. Data teknis Grundfos menunjukkan model-model SP17 memiliki titik performa yang berbeda pada flow dan head tertentu.

Apakah SP17 selalu menghasilkan 17 m³/jam?

Tidak. Angka pada nama seri bukan berarti pompa hanya dapat bekerja pada satu flow. Kurva performa menunjukkan hubungan antara flow dan head.

Berapa head Grundfos SP17?

Head bergantung pada model SP17 dan flow yang dibutuhkan. Contohnya, pada 15 m³/jam, data referensi menunjukkan head sekitar 86 meter untuk SP17-10 dan sekitar 158 meter untuk SP17-18.

Berapa daya motor SP17?

Dalam konfigurasi yang dibahas pada data teknis Grundfos, daya motor berada dari 5,5 kW hingga 11 kW untuk SP17-10 sampai SP17-18.

Apakah SP17 cocok untuk sumur dalam?

SP17 dapat digunakan untuk aplikasi sumur dalam selama duty point, kondisi sumur, diameter casing, dan konfigurasi instalasinya sesuai.

Apakah SP17 masih tersedia?

Ketersediaan perlu dikonfirmasi berdasarkan kode dan konfigurasi. Grundfos saat ini sedang memperkenalkan rangkaian 6-inch baru dan menyatakan SP(E)17 → SP(E)18 sebagai salah satu transisi seri.

Apakah SP17 bisa diganti dengan SP18?

Tidak sebaiknya dilakukan secara langsung hanya berdasarkan kapasitas. Untuk replacement, kode pompa lama, duty point, motor, dimensi, tegangan, dan instalasi harus diperiksa terlebih dahulu.

Bagaimana cara memilih SP17 yang tepat?

Mulai dari flow dan TDH. Setelah itu cocokkan duty point dengan kurva performa model SP17 yang tersedia. Data sumur, kelistrikan, diameter casing, kondisi air, serta kebutuhan operasi juga perlu diperiksa.

Kesimpulan

Memilih Grundfos SP17 bukan sekadar mencari pompa dengan tulisan “17 m³/jam”.

Perbedaan antara SP17-10, SP17-11, SP17-14, SP17-17, dan SP17-18 menunjukkan bahwa model yang berbeda dapat memiliki karakteristik head yang berbeda pada flow yang sama.

Karena itu, proses pemilihan sebaiknya dimulai dari:

Flow → TDH → Duty Point → Kurva Performa → Model → Konfigurasi → Harga dan Ketersediaan

Untuk proyek baru, perkembangan lini SP18 juga perlu diperhatikan karena Grundfos menyatakan adanya transisi dari SP(E)17 menuju SP(E)18.

Sedangkan untuk replacement, jangan mengganti model hanya berdasarkan angka kapasitas. Data pompa lama dan kondisi instalasi harus diperiksa terlebih dahulu.

Jika Anda membutuhkan pompa Grundfos untuk kebutuhan sumur dalam atau aplikasi industri, siapkan data flow, TDH, kondisi sumur, dan spesifikasi listrik sebelum meminta penawaran.

Butuh bantuan menentukan konfigurasi Grundfos SP17?

Kirimkan data berikut:

Flow + TDH + kedalaman sumur + diameter casing + tegangan listrik + aplikasi.

Tim PumpTechPro dapat menggunakan data tersebut sebagai dasar untuk membantu memeriksa konfigurasi pompa yang sesuai.

Lihat Katalog Pompa Grundfos PumpTechPro

Lihat Panduan Cara Menghitung TDH Pompa Grundfos

Lihat halaman Grundfos SP14

Lihat halaman Grundfos SP9

Request quotation: https://wa.me/+628118255078